Minggu, 30 Agustus 2009

kesehatan

konsumsi daging sapi membahayakan kemampian reproduktif



Konsumsi daging sapi oleh perempuan selama hamil dapat merubah perkembangan testis uterus pada anak laki-laki dan membahayakan kemampuan reproduktif dimasa yang akan datang, demikian laporan para peneliti.

Shanna Swan, Ph.D., dan rekan dari University of Rochester (N.Y.) melaporkan secara online tanggal 28 Maret dalam terbitan Human Reproduction.

Dalam studi yang terdiri dari 387 pasangan subur perempuan hamil, laki-laki yang ibunya dilaporkan makan lebih dari tujuh potong daging sapi dalam seminggu saat hamil, memiliki konsentrasi sperma kurang dari 24% dibandingkan dengan mereka yang makan daging sapi kurang dari jumlah tersebut, demikian temuan mereka. Selain itu, laki-laki yang banyak mengkonsumsi daging sapi memiliki tiga kali lipat konsentrasi sperma yang termasuk dalam klasifikasi sebagai sub-subur menurut standar World Health Organization, dibandingkan dengan orang laki-laki yang ibunya sedikit makan daging sapi, kata Dr. Swan dan rekan.

Penyebabnya adalah residu bahan kimia yang terkandung dalam daging sapi.



Daging babi mengandung parasit dan kuman

Babi juga mengandung kuman-kuman yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya :

* TBC, Cacar (Small pox).
* Gatal-gatal (scabies).
* Kuman Rusiformas N.

Sebagian orang berpendapat jika peralatan modern sudah jauh lebih maju dan bisa menanggulangi cacing-cacing ini sehingga tidak berbahaya lagi, karena panas tinggi yang dihasilkan oleh alat tersebut dapat membunuhnya pada saat proses pemasakkan.

Akan tetapi pengetahuan ini masih membutuhkan kajian yang lebih mendalam. Sebab sampai sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh cacing-cacing tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar